Ajak Bersatu, Optimistis Indonesia Maju

JawaPos.com – Calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin memungkasi kampanye akbar mereka di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemarin (13/4). Kandidat nomor urut 01 itu menegaskan bahwa Indonesia sudah berada pada rel yang benar. Karena itu, Jokowi mengajak pendukungnya bersatu dan optimistis Indonesia maju.

Para peserta yang terdiri atas tim kampanye, relawan, kader dan simpatisan partai politik, serta masyarakat umum memadati kompleks GBK. Arena olahraga itu pun penuh, baik di dalam maupun di luar stadion. Bahkan, Jalan Asia Afrika yang menjadi akses masuk ke lokasi kampanye disesaki massa.

Para pendukung paslon 01 ada sejak pagi. Mereka setia menunggu acara puncak yang mengakhiri masa kampanye. Sebelum mendengarkan pidato politik dari Jokowi, mereka dihibur sejumlah artis papan atas. Total ada sekitar 500 artis, seniman, dan budayawan. Di antaranya, Abdee Slank, Addie M.S., Bimbo, Ida Royani, Glenn Fredly, Sandy Sandoro, Slank, Yuni Shara, Inul Daratista, Iis Dahlia, Ruth Sahanaya, Tompi, Giring Ganesha, Cak Lontong, Desta, Olla Ramlan, Arie Kriting, Krisdayanti, dan Angel Karamoy. Ratusan ribu masa mengikuti kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf Amin di GBK, Sabtu (13/4). Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Jokowi hadir di tengah-tengah pendukungnya sekitar pukul 16.00. Sorak-sorai dukungan pun bergemuruh. Lautan manusia itu mengacungkan jempol sebagai bentuk dukungan terhadap paslon 01. “Jokowi, Jokowi, Jokowi,” mereka kompak berteriak menyebut nama capres petahana itu.

Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut mengawali pidato dengan menyapa para pendukungnya. Menurut dia, bangsa Indonesia berasal dari berbagai suku dan budaya. Jokowi pun menyapa pendukungnya dari berbagai daerah dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing. “Yang dari Jawa Timur, yo opo kabare Rek (apa kabarnya)?” sapanya.

Jokowi memungkasi dengan sapaan Indonesia. “Apa kabar semuanya. Apa kabar Indonesia,” ucapnya. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk perbedaan dan keberagaman. Kebinekaan harus dirawat dan dijaga bersama.

Jokowi mengingatkan bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Menurut dia, Pancasila dan NKRI harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Jokowi mengungkapkan, dirinya dan para pendukungnya berkumpul di GBK untuk berjuang. Tidak ada rasa dan kata pesimistis.

Menurut dia, tidak ada satu pun negara maju yang tidak punya infrastruktur yang baik. Negara maju pasti memiliki infrastruktur yang bagus. Tidak ada negara maju yang tidak punya sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Ayah tiga anak itu menyatakan, pihaknya sudah membangun infrastruktur dengan baik. Ke depan, dia fokus meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Program kerja yang dia canangkan akan diarahkan untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Untuk membangun sumber daya manusia yang baik, rakyat harus bersatu dan tidak boleh terpecah belah.

Selain bersatu, lanjut Jokowi, rakyat harus optimistis. Tidak ada negara maju yang rakyatnya pesimistis. Rakyat dari negara maju selalu optimistis. “Modal negara maju adalah rasa optimis. Jangan ada rasa pesimis. Yang harus kita kobarkan adalah rasa optimis,” terang alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Tentu, kata dia, dalam perjalanan selalu ada tantangan yang menghadang. Jokowi mengajak pendukungnya untuk menghadapi semua tantangan. Jangan merasa rendah dan pesimistis dalam menghadapi tantangan. Jokowi menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dan bangsa yang besar sehingga harus dibangun dengan rasa optimistis. Yaitu, optimistis Indonesia maju. “Yang setuju tunjuk jari,” seru Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu menyatakan, seorang pemimpin harus mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan rakyat. Untuk itu, dia pun turun ke masyarakat, ke desa-desa, untuk mengecek dan memastikan bahwa program pemerintah berjalan dengan baik. Jangan sampai ada program yang mangkrak.

Menurut suami Iriana itu, dengan kerja keras pemerintah, angka kemiskinan turun yang sebelumnya dua digit sekarang menjadi satu digit. Pengangguran juga turun. Keberhasilan itu harus disyukuri. “Jangan sampai kita kufur nikmat,” urainya.

Jokowi mengatakan, dirinya dan Ma’ruf Amin bersepakat mewakafkan diri untuk menyejahterakan rakyat. Dia akan memastikan lima tahun ke depan ekonomi Indonesia lebih kuat. Para petani, buruh, nelayan, dokter, TNI, Polri, seniman, pengusaha kecil, kaum ibu, dan bapak harus lebih baik hidupnya dari hari ini. Dia akan memastikan tidak ada yang tertinggal. Semuanya harus maju.

Di akhir orasinya, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang telah mendampinginya memimpin Indonesia. Selain itu, dia menyampaikan terima kasih kepada semua partai politik yang mendukungnya.

Cawapres Ma’ruf Amin mengungkapkan, setelah memutihkan GBK, dirinya mengajak para pendukung untuk memutihkan TPS pada 17 April mendatang. “Kalau putih menang, Indonesia akan maju,” jelasnya. Kampanye akbar Prabowo di SUGBK, Minggu (7/4). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Sementara itu, hari terakhir masa kampanye dimanfaatkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bertatap muka dengan masyarakat Kota Tangerang. Ribuan warga Tangerang hadir memenuhi lapangan Alun-Alun Kota Tangerang. Kali ini, hanya Sandi yang hadir dalam kampanye. Sementara itu, Prabowo berkumpul bersama Badan Pemenangan Nasional (BPN) melakukan persiapan menghadapi debat.

Dalam orasinya, Sandi tampak antusias menghadapi masa pemungutan suara yang makin dekat. Selama delapan bulan berkampanye, Sandi menilai aura keinginan perubahan semakin nyata. “Alhamdulillah masyarakat semakin antusias menjemput perubahan, perbaikan ekonomi. Kami hadir di Kota Tangerang sebagai penutup dan di sini masyarakat ingin perubahan lapangan kerja lebih berpihak ke rakyat, lapangan pekerjaan yang disediakan anak muda,” kata Sandi.

Sandi menyatakan, Tangerang sebagai kota industri harus dikembangkan demi meningkatkan sektor lapangan kerja. Jika dirinya terpilih bersama Prabowo, Sandi siap merumuskan sejumlah terobosan demi peningkatan sektor industri di Tangerang. “Terobosan untuk membuka 15 juta lapangan kerja baru. Kami yakin strategi tersebut Prabowo-Sandi bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6 persen di dua tahun pertama,” janji Sandi.