Ahok Resmi Jadi Kader PDIP

JawaPos.com – Setelah bebas dari penjara, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) tetap konsisten berpolitik. Buktinya, kini dia resmi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Resminya pria yang biasa disapa Ahok itu jadi kader partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut berlangsung di Bali. Hal itu dibenarkan juga oleh Fungsionaris PDIP Eva Kusuma Sundari. “Iya sudah,” ujar Eva kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Kata Eva, sebetulnya mantan gubernur DKI Jakarta itu sudah lama bergabung ke PDIP. Namun dia tidak tahu tanggal tepatnya. “Aku sih sudah tahu, sudah mendengar. Makanya statement selalu tunggu dia yang beri peryataan. Ternyata hari ini dia memilih mendaftar di Bali,” katanya.

Eva mengklaim sebelum resmi berlabuh di PDIP, banyak parpol yang meminang mantan bupati Belitung Timur itu. Akan tetapi dari sekian banyak pinangan tersebut, mantan suami Veronica Tan itu lebih memilih parpol yang dinakhodai Megawati Soekarnoputri. “Dia akhirnya memilih PDIP,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PDIP merupakan parpol keempat dalam perjuangan politik. Ahok mengawali karir politiknya dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) di Belitung Timur. Bahkan dari bendera itu dia berhasil meraih posisi bupati Belitung Timur.

Lantas dia ikut berlaga di kancah provinsi sebagai salah satu cagub pada Pilkada Bangka Belitung (Babel). Namun tidak menang.

Gagal jadi gubernur di Babel tidak menyurutkan ‘libido’ politiknya. Buktinya pada Pemilu 2009, pria berkacamata itu menjadi anggota DPR lewat bendera Partai Golkar.

Dari Senayan ini karirnya semakin menanjak. Apalagi dia ditugaskan di Komisi II DPR. Meski sudah berada di legislatif, bukan berarti Ahok puas dengan pencapaiannya. Pada 2012, Prabowo Subianto meminangnya untuk menjadi cawagub untuk Pilkada DKI Jakarta. Ketika itu dia disandingkan dengan Jokowi, kader PDIP.

Alhasil Pilkada 2012, pasangan Jokowi-Ahok berhasil menumbangkan cagub petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Ahok resmi jadi wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Jokowi pada periode 2012-2017.

Pada 2012 itu juga Ahok pun menjadi kader Partai Gerindra. Di partai berlambang kepala burung garuda itu ‘umurnya’ dia tidak lama. Pada 2014 dia memutuskan berhenti sebagai kader Partai Gerindra.

Meski cabut dari Partai Gerindra, Ahok tetap mendapatkan hoki di politik. Ketika Jokowi dicalonkan PDIP sebagai capres dan terpilih sebagai presiden 2014-2019, Ahok pun ikut naik kelas. Dia menjadi gubernur ibu kota. Masa jabatan Ahok sebagai gubernur mengganti Jokowi hingga 2017. Namun pada Pilkada DKI 2017 dia gagal mempertahankan jabatan itu untuk periode kedua.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Gunawan Wibisono
Copy Editor : Fersita Felicia Facette