Ahok ke PDIP, Jubir BPN: Lebih Banyak Mudaratnya daripada Manfaatnya

JawaPos.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah resmi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia bahkan disebut-sebut sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) partai berlambang banteng itu.

Menanggapi itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengaku tidak khawatir dengan bergabungnya Ahok ke partai barisan Jokowi. Dia percaya tidak akan ada efek signifikan bagi kubu 02.

Pasalnya, selama ini pendukung Ahok memang kebanyakan sudah mendukung Jokowi. Sehingga tidak akan berdampak pada pergeseran elektoral.

“Kalau untuk Pilpres sendiri tidak ada pengaruh, nol pengaruh kepada 02 maupun 01,” ujar Ferdinand saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (9/2).

Di sisi lain, politikus partai Demokrat itu justru melihat PDIP maupun Jokowi berpotensi mengalami kerugian. Sebab, para pemilih islam di kubu mereka berkemungkinan pindah ke 02.

“Kemungkinan pengaruh akan ada dari kelompok Islam yang ada di sana, bisa jadi meninggalkan PDIP dan Jokowi karena hadirnya Ahok,” imbuhnya. 

Oleh sebab itu, anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menilai bergabungnya Ahok banyak membawa dampak buruk bagi Jokowi maupun PDIP.  “Jadi lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” pungkas Ferdinand.

Diketahui, setelah bebas dari penjara, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) tetap konsisten berpolitik. Buktinya, kini dia resmi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Resminya pria yang biasa disapa Ahok itu jadi kader partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut berlangsung di Bali. Hal itu dibenarkan juga oleh Fungsionaris PDIP Eva Kusuma Sundari. “Iya sudah,” ujar Eva kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Sementara itu, Staf Ahok, Ima Mahdiah mengatakan, mantan Bupati Belitung Timur itu sudah berstatus kader PDIP sejak bulan Januari lalu.

“Dari tanggal 26 Januari, sudah punya KTA (kartu tanda anggota),” ujar Ima saat dihubungi, Jumat (8/2).

Ima mengaku sebelumnya Ahok sudah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ahok mengutarakan keinginannya bergabung ke partai berlogo Moncong Putih itu.

“Jadi langsung minta izin masuk PDIP (ke Megawati). Pak Ahok masuk PDIP kainginan sendiri,” katanya.
 
 
 

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Sabik Aji Taufan