Ahok Gabung PDIP, Begini Reaksi Elite Gerindra

JawaPos.com – Mantan kader Partai Gerindra yang juga eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok resmi berlabuh ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Lantas bagaimana tanggapan Gerindra?

‎”Menurut saya memang Ahok cocoknya di PDIP atau PSI. Dari sejak awal saya memperkirakan seperti itu,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono kepada JawaPos.com, Jumat (8/2).

Oleh karena itu, kata Ferry, Partai Gerindra tidak mempermasalahkan mantan Bupati Belitung Timur ini memilih partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri menjadi kendaraan politiknya.

“Kalau buat Gerindra kan sudah lama Ahok tidak menjadi kader dan kami enggak masalah sama sekali yang bersangkutan masuk partai‎,” katanya.

Selain itu, Ferry juga tidak takut Ahok yang memiliki massa banyak yakni Ahokers mampu mengajak pengikutnya mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut Ferry, ‎dukungan Ahokers itu bukan hal penting.

Ferry mengklaim, saat ini Gerindra hanya fokus memperhatikan nasib rakyat. Misalnya, soal harga-harga sembako murah.

‎”Kok takut, memangnya siapa Ahok? Bukannya memang Ahokers sudah di kubu Jokowi? Ya sekalian saja biar makin terang benderang kaum sana dan kaum sininya. Kami nggak mau terpancing soal remeh-temeh soal Ahok,” katanya.

“Kami tetap mau fokus soal ekonomi, buat rakyat yang terpenting adalah soal lapangan pekerjaan dan penyediaan harga yang terjangkau. ‎Yang terpenting itu untuk rakyat, bukan soal Ahok. Soal Ahok biar saja jadi masalah PDIP,” pungkasnya.

Sekadar informasi, PDIP adalah kendaraan politik keempat bagi mantan Bupati Belitung Timur, Ahok atau yang kini lebih familiar disapa BTP. Pertama pada tahun 2004-2008 Ahok bergabung ke Partai Keadulatan Bangsa Indonesia Baru (PBIB).

Setelah itu pada 2008-2012 mantan Bupati Belitung Timur ini bergabung ke Partai Golongan Karya (Golkar). Kala itu dia terpilih menjadi anggota Komisi II DPR.

Ingin meraih jenjang yang lebih tinggi menjadi kepala daerah di DKI Jakarta, Ahok pun memutuskan pindah dari Partai Golkar ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2012-2014.

Namun di 2014 dia memutuskan keluar dari Partai Gerindra. Alasannya karena dia ingin fokus menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya di 2014 silam Ahok enggan menjadi juru kampanye di Pilpres pasangan ‎Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa‎.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Gunawan Wibisono