4 Alasan Ini Bikin Kamu Rugi Kalau Golput di Pemilu 2019

JawaPos.com – Hajatan besar demokrasi lima tahunan sudah tiba. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tiba waktu untuk rakyat menggunakan hak suara. Tepat pada Rabu (17/4), rakyat Indonesia yang telah memenuhi persyaratan untuk memilih bisa menggunakan hak mereka untuk mencoblos yang terbaik menurut pilihan masing-masing.

Khususnya Calon Presiden dan Wakil Presiden, rakyat Indonesia memiliki dua pilihan. Diantaranya, pilihan nomor urut pertama Jokowi-Maruf dan nomor urut kedua Prabowo-Sandi. Namun, diantara kedua pilihan itu ada golongan putih alias golput. Mereka memilih untuk tidak memilih kedua pasang calon yang disodorkan berdasarkan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Agustus 2018 lalu.

Tentunya, hal itu boleh. Sebab, mereka yang memutuskan golput juga dilindungi oleh undang-undang. Asalkan tidak melakukan upaya-upaya mobilisasi atau ajakan golput. Berikut adalah gambaran kenapa sebaiknya anda tidak golput di Pilpres 2019:

Pemilihan Umum Hanya Lima Tahun Sekali

Sebagai negara demokrasi yang berpegang pada pancasila, Indonesia punya ketentuan pemilihan presiden dan para legislatifnya melalui pemilihan umum. Pemilihan ini hanya dilakukan lima tahun sekali, sesuai dengan masa jabatan. Proses demokrasi yang memakan banyak waktu dan energi ini tentu ada plus minusnya.
Namun, kesempatan ini tak boleh disia-siakan begitu saja. Sebab, kesempatan ini juga bisa dijadikan bahan masukan bagi para kandidat yang akan dan baru mencalonkan diri lagi. Pasalnya, pemilu tidak hanya soal memilih capres dan cawapresnya saja tetapi juga legislatif.

Lagipula, sudah sepatutnya kita bersyukur sebab hajatan besar yang datang hanya lima tahun sekali ini tentunya tidak dirasakan oleh negara-negara otoriter di belahan dunia lain.

Bentuk Partisipasi Sebagai Warga Negara Indonesia

Meski kamu merasa belum puas terhadap kinerja pemerintah. Namun sebagai WNI yang baik tentu kamu tetap harus memiliki kontribusi. Kenapa mencoblos itu disebut kontribusi? Karena satu suara milikmu bisa memberikan peran bagi setiap keputusan dari kebijakan yang diambil oleh presiden yang terpilih nantinya.
Kalau merasa belum cukup mumpuni untuk berkontribusi lebih kepada negara, ikut partisipasi dalam pemilu bisa jadi kontribusi yang paling sederhana.

Datanglah ke TPS dengan Perasaaan Bebas dan Gembira

Namanya juga pesta, maka harus disambut dengan gembira. Jika kamu merasa belum punya pilihan, memang tidak salah juga bila memutuskan tidak mencoblos. Namun, kamu diharapkan bisa tetap mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jangan sampai datang ke TPS dengan perasaan yang terpaksa.

“Kami berharap masyarakat Indonesia menyambut pesta demokrasi dengan rasa happy, dengan bersenang arti. Namanya pesta demokrasi. Kita harus menikmati semua dengan baik. Caranya datang ke TPS berbondong-bondong tanpa merasa tertekan dan semuanya memiliki hak politik yang sebebas-bebasnya,” diucapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (16/4).

Hargai dan Ingat Petugas KPU di wilayah terpencil

Jika kamu tinggal di kota besar seperti Jakarta, bersyukur adalah hal yang paling mudah dilakukan. Sebab, kamu tak perlu susah payah menuju TPS yang jaraknya bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi. Dalam banyak kasus, banyak TPS-TPS yang harus ditempuh dengan jarak hingga ratusan kilometer. Bukan hanya soal jarak, namun juga akses yang tak kalah mengenaskan.
Bukan cuma medan dan jarak yang berat, namun rintangan seperti cuaca ekstrem, seperti longsor, badai, banjir dan hal-hal yang bisa merenggut nyawa para petugas sangat bisa terjadi. Dengan kondisi yang seperti itu, tentunya masyarakat yang dapat menempuh jalan ke TPS dengan mudah perlu bersikap bijak saat berniat golput.

Karena tentunya, semua yang dilakukan untuk negara diperlukan effort. Termasuk merelakan waktu untuk menyambangi TPS masing-masing. Selamat memilih!

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Uji Sukma Medianti