Cara Festival Film Tokyo menggaet penonton kalangan muda

Jakarta (ANTARA News) – Festival Film Tokyo 2018 (Tokyo International Film Festival/TIFF) menggelar sesi “Tribute to Comedy” dengan harapan menggaet penonton dari kalangan muda hingga anak-anak.

Direktur Festival Film Tokyo 2018, Takeo Hisamatsu, mengatakan “Tribute to Comedy” merupakan kelanjutan dari “Tribute to the Musical” yang menjadi bagian pada TIFF tahun lalu.

“Sekarang ada ‘Tribute to Comedy’, sehingga setiap orang bisa datang bersama anak-anak, dan kami bisa melihat para keluarga menyaksikan film bersama-sama,” ujar Takeo Hisamatsu di Roppongi Hills Tokyo, Senin (29/10).

“Dengan ini kami berharap bisa memiliki penggemar film dari kalangan anak-anak,” lanjut dia,

Beberapa film yang disajikan pada sesi itu antara lain “The Gold Rush”, “Some Like It Hot”, “Spaceballs”, “The Hangover”, dan “Home Alone”. Adapun “The Sound of Music”, “The Phantom of the Opera”, “Beauty and the Beast”, hingga “La La Land”.

Baca juga: Ralph Fiennes bicara perbedaan jadi aktor dan sutradara

Hisamatsu menjelaskan, TIFF memiliki visi “ekspansi” yang berupaya menyediakan sederet film untuk seluruh kalangan, mulai dari drama percintaan, animasi, aksi, dokumenter hingga film-film festival.

“Kami menampilkan film secara luas. Kami sajikan film yang berseni dan menarik. Jadi semua orang bisa menikmati, bahkan untuk orang-orang yang sudah pernah menontonnya,” kata dia.

Ia berharap, TIFF bukan hanya tempat nonton film melainkan ajang pertemuan pecinta dan pembuat film untuk berinteraksi langsung.

“Kami berupaya agar pengunjung dan pembuat film bisa berkomunikasi, makanya ada sesi tanya jawab. Kami juga ciptakan tempat bagi media dan pembuat film bisa berkomunikasi,” katanya.

Baca juga: Pesan Koji Yakusho untuk aktor muda

Selain “A Star Is Born”, TIFF tahun ini didominasi penayangan spesial film-film Asia antara lain “The House Where the Mermaid Sleeps”, “GODZILLA: The Planet Eater”, “The Travelling Cat Chronicles” hingga “Amanogawa”.

Untuk itu, Hisamatsu menyatakan TIFF tahun depan berupaya menayangkan lebih banyak film Hollywood.

“…tahun berikutnya mungkin kami punya lebih banyak Hollywood film,” kata dia.

TIFF 2018 menampilkan lebih dari 200 film, baik untuk pemutaran perdana, film animasi, film musikal, film lawas yang sesuai dengan tema, hingga 16 film kompetisi yang melibatkan “The White Crow” karya sutradara dan aktor Inggris Ralph Fiennes.

Baca juga: Punya penikmat tersendiri, kartun 2D tidak akan hilang

Baca juga: Ralph Fiennes berharap festival film jadi pesta ide kreatif
 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018