Respons Pengendara Mobil Soal Perpanjangan Ganjil-Genap

Jakarta – Usai Asian Games dihelat, warga Jakarta dan sekitarnya diharapkan agar menahan diri untuk mengendarai mobilnya melewati jalan protokol pada waktu tertentu. Soalnya Pemprov DKI Jakarta memperpanjang aturan ganjil genap hingga akhir tahun 2018.

Tetapi ganjil genap kali ini tak lagi seharian atau 15 jam. Ganjil genap perpanjangan ini berlaku pada jam kantoran. Mulai pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan untuk sore pukul 16.00 WIB-20.00 WIB, serta tidak berlaku di hari Sabtu-Minggu dan tanggal merah. Seperti yang tertuang dalam Pergub No 106/2018 tentang Ganjil-Genap.

Tentu peraturan ini menuai beragam komentar dari pengguna kendaraan roda empat yang terbiasa melintasi jalan protokol Jakarta untuk aktivitasnya sehari-hari. Lantas bagaimana pandangan mereka?

“Keberatan ya, soalnya jam berangkat dan pulang kerja itu orderannya banyak, sekarang kalau pelat genap saya mulai stand by jam 9 an ke atas, takutnya ada orderan ke Jakarta,” ucap Adhe salah satu supir taksi online.

Ia mengaku untuk melewati jalan Jakarta masih mengandalkan aplikasi navigasi jalan sehingga belum begitu hafal jalan alternatif Jakarta. “Biar aman, nggak ketilang,” umbarnya.

Lain halnya dengan yang diungkapkan oleh Apriansyah, seorang kernek truk angkutan barang di sebuah resto cepat saji mengakui adanya ganjil genap dirasa cukup memberi manfaat sehingga dirasa perlu untuk dipertahankan.

“Kalau dibilang ribet ya ribet juga, tapi ya berasa lebih lengang jalan dari Asian Games kemarin sudah kelihatan, saya kan mulai jalan pagi jam 5 soalnya, terkadang ngirim ke MT Haryono, Kuningan, Matraman. Kalau diperpanjang seperti ini saya setuju aja, tapi jangan hanya aturan ganjil genap saja diperpanjang, mobil semakin banyak tapi jalan kan segitu-gitu aja,” ungkapnya.

Komentar lainnya juga datang dari Achmad Firdaus, seorang pria yang kantornya berada di wilayah Jakarta Selatan. Ia mengatakan akan kesulitan bagi mereka yang hanya memiliki satu mobil namun tidak terbiasa menaiki kendaraan umum.

“Cukup menyulitkan apalagi kalau hanya punya satu kendaraan ya, tapi saya menyiasati berangkat kerja biar nggak kena gage (ganjil genap) selang seling, kadang pakai motor, naik kereta,” ungkapnya.

Ia menekankan untuk mengurai kemacetan tidak hanya melulu soal ganjil genap, tetapi juga lebih memperhatikan transportasi publik yang ramah dan nyaman bagi pengguna.

“Setuju aja sih, cuman kalau tujuannya biar nggak macet coba jangan hanya gage, buat masyarakatnya pindah ke transportasi publik, coba dilihat dulu sekarang kayak gimana kondisinya, kalau saya kan laki, buat perempuan udah nyaman dan ramah belum?” jelasnya.

Respons Pengendara Mobil Soal Perpanjangan Ganjil-GenapFoto: Nadia Permatasari W

(ddn/ddn)