Sempat Ditutupi, Ini Kata Polisi Soal Kasus Penculikan Anak

loading…

Salah satu pelaku penculikan anak yang berhasil diamankan polisi. Foto/Hasan Kurniawan/KORAN SINDO

TANGERANG SELATAN – Salah seorang penyidik dari Reskrim Polsek Pondok Aren yang ditemui wartawan mengaku tidak mengetahui adanya kasus penculikan anak yang menghebohkan warga. Bahkan, mereka bilang kejadian itu tidak ada.

Padahal, salah seorang pelaku penculikan anak yang berpura-pura menjadi orang gila sudah ditangkap dan tampak meringkuk di samping ruang Reskrim. Terkait hal ini, belum diketahui kenapa polisi sektor Pondok Aren menutupi kasus yang meresahkan warga Pondok Aren, Tangsel, Banten, ini.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander akhirnya angkat bicara. Melalui pesan tertulisnya, dia membenarkan adanya kasus penculikan anak di Pondok Aren.

“Penculikan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, di depan kontrakan, Pondok Kacang Prima, Gang H Drasid, RT003/005, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren. Korbannya Dadiyansah,” terangnya kepada wartawan di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (12/10/2018).

Kasus penculikan anak ini berawal dari pelaku yang bernama Andi Saputra. Andi tiba-tiba menggendong anak korban yang sedang ditinggal pergi keluar rumah sebentar. (Baca juga: Nyamar Orang Gila, Kasus Penculikan Anak Resahkan Warga Tangsel)

“Tiba-tiba, Syarifudin melihatnya, dan dia langsung mengambil anak kecil yang digendong pelaku. Saat itu, Syarifudin sempat mengatakan kepada pelaku, kenapa dia mengambil anaknya,” sambung Alexander.

Tanpa merasa bersalah, pelaku mengatakan sedang mencari motornya. Kemudian pergi meninggalkan lokasi dengan berjalan kaki. Syarifudin pun berusaha mengejar pelaku, dan menangkapnya tidak lama kemudian.

“Saat diamankan, pria itu sedang duduk di pangkalan ojek Pondok Kacang Prima, dan mengaku bernama Andi Saputra. Pelaku lalu dibawa ke Polsek Pondok Aren untuk dimintai keterangan,” kata Alexander.

(mhd)